Ngebolang ke Jakarta Barat (Walimahan Sahabat)

Hari minggu kemarin adalah hari paling bahagia untuk sahabatku Rois, karena akhirnya dia melepaskan status lajangnya. Membuat janji suci dengan seorang gadis asal Jakarta, Agustin. Rois adalah temen ngaji aku saat masih tinggal di semarang. Banyak hal yang kami pelajari bareng dari guru-guru kami. Sedangkan Agustin adalah temen yang aku kenal saat ikut organisasi sosial masyarakat. Tidak di sangka ternyata mereka berjodoh.

Ma'sum, Surya, Aku, Rois, Agustin, Hidayat, Budi, Solichin
Muhammad, Pri, Syafaat, Putra

Momen yang langka ini kami manfaatkan untuk berkumpul dengan kawan-kawan mengaji dulu. Sekarang sebagian besar dari kami meninggalkan Semarang untuk mengerjar Dream masing-masing. Alhamdulilllah silaturohim kami masih terjaga. Meskipun kemarin Wibowo dan Adhana tidak bisa hadir karena urusan keluarga dan pekerjaan.

Aku, Muhammad, Solichin, Pri, Surya, Hidayat, Syafaat

Sebelum kami berangkat menuju TKP (Tempat Kejadian Pernikahan) kami berkumpul dulu, ada Solichin, Hidayat dan Surya dari Semarang sampai Jakarta hari minggu pagi. Pri menyusul dari Depok, dan Syafaat datang dari Bekasi. Seneng rasanya bisa kumpul bareng lagi. Naik kereta bareng membuat perjalanan menjadi menyenangkan.

Muhammad, Syafaat, Ma'sum, Putram, Pri, Aku, Sholichin, Hidayat

Setelah menempuh perjalanan hampir 1,5 jam berangkat dari Stasiun Cawang, akhirnya jam 8an kami sampai disana. Prosesi akad dilakukan pada jam 9.40, berlangsung dengan sangat khidmad. Dihadiri oleh keluarga, saudara, sahabat dan tetangga dan di Mushola An Nur dilangsungkannya prosesi tersebut.

Sebelum ijab qabul, Bapak Penghulu memberikan nasihat kepada calon pengantin dan hadirin. Salah satunya beliau mengajarkan, jangan milih jodoh karena kecantikan, atau kekayaan karena bisa jadi itu akan menghilang kecantikannya, kekayaannya. Pilihlah yang baik agamanya. Ibarat menanam padi makan rumput ikut tumbuh, tapi jika menanam rumput padi gak tumbuh. Jika memilih karena agama maka yang lainnya ikut, jika memilih karena dunia, kecantikan, kekayaan maka dapatnya hanya itu saja. Sedikit nasehat dari Penghulu menjadi bahan renungan saya.

Setelah itu, ada lagi satu prosesi yang baru pertama kali saya menemuinya. Sebelum di mulai ijab qobul, calom pengantin gadis dibimbing penghulu untuk meminta maaf kepada ibu bapak dan memohon restunya untuk menikah. Suasana menjadi sangat haru saat itu. Memohon maaf atas kesalahan anak pada kedua orang tuanya. Perbuatan yang sangat mulia, bahkan saya tidak terpikirkan hal itu sebelumnya. Jika sebelum menikah ada waktu sejenak untuk melakukan itu. Terkadang manusia lupa untuk meminta maaf, apalagi dengan orang tua, orang yang paling sering ditemui di ajak bicara, dan tentunya ada banyak kesalahan kepada mereka. Semoga kita bisa melakukan hal itu tanpa harus menunggu sebelum melakukan ijab qobul.

Pernikahan yang sangat indah, 
Semoga bisa melakukan hal yang terbaik saat prosesi penikahan sendiri nantinya.

Salam,
Konno Yuki

Kelik Isbiyantoro

| I'm Moslem, Writer, Statistician, Designer. | Humorous, Perfectionist, Artistic. | "Will be the heir to heaven Al Firdaus" |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar