Menulis Yuk ツ

Seperti saat dulu menyusun skripsi untuk menyelesaikan study. Saya di paksa untuk menuliskan ide yang saya ajukan kepada dosen pembimbing untuk ditulis dalam sebuah buku (karya tulis). Skripsi ditulis secara formal bahasanya, dan dilengkapi dengan analisa. Saat awal-awal dulu saya mengalami kesulitan dalam memulai. Ide sudah ada, namun saat mulai menulis mulai banyak permasalahan. Mulai dari typo error, paragraf, kalimat, kutipan, dan kerangka. Hampir saja saya menyerah untuk menyelesaikan skripsi saya, bingung apa yang mau ditulis dan dianalisis.

Saya terjebak dengan terlalu banyak berfikir. Sehingga skripsi saya tertunda penyelesaiaannya. Alhamdulillah dengan kesabaran dosbing saya Ibu Yucianan Wilandari, yang padanya saya ucapkan terima kasih atas bimbingan dan kesabarannya. Sehingga saya bisa lulus menjadi sarjana Statistika. Menulis itu sulit saat kita terlalu banyak memikirkan apa yang harus ditulis, bagus atau tidak, orang lain suka atau tidak. Semua itu tidak dapat diketahui sebelum tulisan itu sendiri dibuat dan dibaca orang lain. Oleh karena itu selesaikan dulu, baru kita tahu seperi apa tulisan kita. Jangan meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan, karena itu tidak dapat dilakukan.

Pikiran yang kusut membuat menulis menjadi sulit, alhamdulillah waktu itu saya mendapat banyak nasehat yang membantu saya menguraikan pikiran saya. Salah satu nasehat yang sering sayang gunakan adalah nasehat-nasehat dari Ustadz Yusuf Mansur. Mendengarkan kajian beliau membantu saya menenangkan hati, sehingga pikiran bisa urai dan dipilah-pilah sehingga skripsi bisa jalan terus dan diselesaikan.

Sekarangpun saya masih melaksanakan nasehat beliau pada saat mengerjakan tugas di kantor. Pekerjaan yang padat, belum selesai satu tugas sudah disusul tugas yang lain. Membuat memorandum, analisa hingga entry data. Semua hal yang berhubungan dengan menulis, menjadi semakin mudah. 

Sekarang pun saya juga kembali bersemangat untuk menulis di blog lagi. Saya merasa dengan menulis apa yang ada dipikiran saya bisa tersampaikan, terurai sehingga beban di kepala menjadi lebih ringan. Ada yang bilang menulis bisa menjadi terapi menghilangkan stress. Apa yang tidak bisa disampaikan melalui ucapan, bisa disampaikan dengan mudah melalui tulisan.


Seperti nasehat Imam Ali (Ali bin Abi Thalib r.a.) "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya." Dengan menulis kita bisa mengingat lebih baik. Jika lupa, bisa melihat catatan lagi. Ilmu yang pernah dipelajari, bila diingat saja, dan jarang diamalkan akan mudah lupa. Saat lupa bila membuka catatan lagi, maka kita akan ingat lagi. Pernah saya mencoba membuka-buka buku catatan saya saat SMP, saat membacanya saya jadi ingat ini dulu pas itu, saya begini dan begitu. Memori dikepala bisa mengakses kembali ingatan yang sudah hampir terlupa.

Begitulah, salah satu manfaat dari menulis. Anda mau mecobanya...

Kemarin saat saya membuka facebook saya melihat kawan saya sudah berhasil menerbitkan buku. Ibu Iva, saya bertemu dia saat training di Bandung tahun 2010. Pada November 2014 buku karangannya sudah diterbikan oleh penerbit. Sayapun membelinya satu, untuk menambah semangat saya. Agar bisa juga mengarang buku seperti dia. Setelah 4 tahun tidak bertemu saja, dia berhasil membuat sebuah karya (buku).

Tiada salahnya bercita-cita membuat buku. ツ
Yuk menulis,...

Salam,
Konno Yuki

Kelik Isbiyantoro

| I'm Moslem, Writer, Statistician, Designer. | Humorous, Perfectionist, Artistic. | "Will be the heir to heaven Al Firdaus" |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar